Senin, Maret 18

Gerakan Antikorupsi dari Kampus



Kampus, Penggebrak Gerakan Antikorupsi
by: Saftia Wulandari

A
khir-akhir ini Indonesia selalu dihadapkan dengan kasus korupsi. Masalah korupsi hangat-hangatnya dibicarakan publik,terutama di media massa baik lokal maupun nasional. Berdasarkan data Transparency Internationla Indonesia menempatkan Indonesia dalam masalah korupsi adalah peringkat 100 dari 183 negara pada 2011 dalam Indeks Persepsi Korupsi. Banyak orang mengatakan bahwa di Indonesia korupsi sudah berurat berakar, mendarah daging. 

            Korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. Korupsi adalah produk dari sikap hidup perorangan maupun suatu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaan mutlak (Erika Revida). 

                                                      Di Indonesia, praktek korupsi terjadi karena berbagai sebab, yaitu terdesaknya akan kemiskinan dan ketidaksamaan, gaji yang rendah, persepsi yang populer, pengaturan dan kebijakan yang bertele-tele, pengetahuan yang kurang akan bidangnya. Di Indonesia pula, perumusan perundang-undangan yang kurang sempurna, administrasi yang lamban, mahal dan tidak luwes juga dinilai sebagi penyebabnya. 

Korupsi dijadikan tradisi untuk menambah penghasilan yang kurang dari pejabat pemerintahan dengan upeti dan suap, bahkan tidak hanya untuk menambah penghasilan tetapi juga untuk menambah kekayaan. Hal penting yang menjadi penyebab praktek korupsi di Indonesia adalah sikap mental pegawai atau pejabat yang ingin cepat kaya dengan cara yang tidak halal, tidak adanya kesadaran dari pribadi-pribadinya, rendahnya moral bangsa kita. 

            Semakin maraknya korupsi di Indonesia, mendorong pemberantasan korupsi. Namun sampai saat ini pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan titik terang melihat peringkat Indonesia dalam perbandingan korupsi antar negara yang tetap rendah. Pemberantasan korupsi masih sulit dilakukan baik korupsi dalam skala kecil maupun skala besar, di daerah hingga pusat. Misalnya kasus mafia pajak Gayus Tambunan, skandal Bank Century, Hambalang. 

            Walaupun akhir-akhir ini memang KPK bertindak tegas dan gencar membongkar kasus-kasus korupsi di Indonesia, seperti kasus korupsi Al Quran, kasus suap Bupati Buol, hingga kasus  terbaru impor sapi LHI (yang belum 100% terdakwa). Namun, semua itu tak berarti dapat meningkatkan kepercayaan publik bahwa kasus korupsi akan tuntas di tangani oleh pemerintah. 

            Kasus korupsi memang secara struktur ditangani oleh KPK, tetapi tak ada salahnya bila semua warga masyarakat ikut bergotong royang untuk memberantas korupsi. Tidak hanya yang menjadi pejabat saja yang bisa memberantas korupsi tetapi kita mahasiswa, masyarakat juga bisa memberantas korupsi walaupun hasilnya mungkin tidak terlihat. 

            Mahasiswa adalah harapan bangsa ini. Mahasiswa adalah pemuda yang selalu berpikir kritis dan selalu berpikir sebelum bertindak. Mahasiswa bisa mengambil peran dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Memulai pergerkan dari dunia kampus. Gerakan antikorupsi yang digawangi oleh mahasiswa dapat berdampak positif bagi kalangan mahasiswa lainnya. Mahasiswa yang disebut-sebut sebagai “agent of change” agen perubahan yang bisa merubah bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik. Dari mahasiswa kita bisa membentuk mental yang kuat. Bisa meningkatkan kesadaran bangsa ini, karena mahasiswa mudah untuk diarahkan. 

Gerakan antikorupsi yang digencarkan di dunia kampus tidak menyoroti bagaimana kebijakannya, tetapi lebih mengarah ke pembentukan “character building”. Pembentukan karakter jelas akan memberikan dampak yang lebih dari sekedar tindakan, tetapi juga moral dan karakter harus diterapkan. Melalui “character building” yang sering digencarkan oleh dunia kampus akan membentuk karakter mahasiswa yang diharapankan oleh bangsa ini. Walaupun kadang dengan  “character building” kita tidak menyadari bahwa pembentukan karakter itu juga akan memberikan efek yang luar biasa bagi mahasiswa kelak nanti. 

Selain “character building” juga ada gerakan mentoring. Mentoring tidak beda jauh dengan “character building”. Melalui mentoring, jiwa dan hati kita dibentuk untuk selalu mempunyai jiwa yang bersih, jauh dari kenistaan dan kemungkaran. Mentoring yang tiap minggu sekali akan selalu mengupgrade diri kita tentang kebersihan hati. Kasus korupsi sering terjadi karena kotornya hati. Jarang kalo orang yang beriman dan bersih hatinya terkena kasus korupsi, kalau bukan karena di fitnah. Karena kasus korupsi banyak disebabkan karena adanya sikap kesadaran dan mental kita yang rendah. Maka dari itu, sikap kesadaran dan mental kita dapat kita upgrade manakala kararter kita baik dan selalu bersih hatinya.



 



Selasa, Februari 26

Berguru pada Kegagalan


Berguru pada Kegagalan
 
Salah satu rahasia kesuksesan adalah tidak takut pada kegagalan. Karena kegagalan adalah cermin untuk memperbaiki diri dan jembatan untuk menuju sukses. Kegagalan membuat manusia menjadi matang dan besar, sebab kegagalan akan menjadi bahan kajian dalam membenahi diri. Kegagalan tidak akan bermakna, bila dijadikan tumbal dalam menitai nasib. Inilah kesalahan yang sering dilakukan seseroang. Akibatnya mereka pesimis dan putus asa. Berserah diri, atau menyerahkan segalanya pada Yang Menentukan Nasib.

Bagi orang lemah, kekalahan atau kegagalan adalah racun yang mematikan. Bagi orang perkasa, kegagalan adalah tangga menuju kemenangan. Falsafah ini dipakai oleh Napoleon, "begitu aku mengalami kekalahan, maka aku akan mendapatkan cara meraih kemenangan." Ini membuat Napoleon menjadi orang besar, dicatat oleh sejarah dunia. Napoleon sering dijadikan bahan inspirasi dalam meraih harapan.

Falsafah ini juga ada di Asia, "habis gelap terbitlah terang. Dalam kebencian terdapat kesenangan, dalam keputusasaan terkandung banyak harapan." Ajaran ini menunjukkan bahwa, orang Asia mempunyai semangat maju seperti manusia Barat yang telah menyatakan diri sebagai manusia modern. Melakukan perubahan terhadap peradaban dunia. Terbukti, sebagai wakil Asia, kini Jepang, Korea Selatan dan Cina, sudah menjadi raja kecil dalam percaturan ekonomi dunia.

Selain belajar pada kegagalan, ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mencapai sukses, yaitu sabar dan konsisten. Orang Bering salah paham dalam mengartikan sabar dan konsisten. Akibatnya salah berperilaku, menjadi malas, pasif, pasrah pada takdir, dan mau hidup di bawah segala kezaliman. Perlu disadari, kesabaran, ketabahan dan konsisten adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Sedangkan malas dan pasif, adalah kunci kegagalan.

Keterlambatan sukses, bukan berarti gagal menggapai sukses. Dalam kasus ini, kita bisa belajar pada semut yang berada di atas batu, ingin naik ke tiang lampu di pinggir jalan. Walaupun kecil, tapi mempunyai semangat yang kuat. Menelusuri jalan panjang, naik turun, menahan licinnya tiang, dan jatuh. Tapi tetap bersemangat, untuk naik ke atas tiang lampu. Dan karena konsisten, sang semut sampai juga di atas tiang lampu.

Belajar Dari Kegagalan. Semua kejadian buruk dan baik mempunyai hikmah, begitu juga dengan kegagalan. Kegagalan akan bermakna seandainya kegagalan tersebut dijadikan panduan. Bercermin. Selain sebagai ilmu, kegagalan juga bisa menjadi cermin tempat berkaca dan mengevalusi diri atas tindakan yang telah dilakukan. Kesempurnaan itu hanya bisa ditata, jika manusia sering melakukan evaluasi. Mengubah Pola. Meninggalkan sistem kerja lama, menggantikan dengan membuat sistem baru. Sistem yang sesuai dengan perencanaan dan target. Tidak sedikit perusahaan mengalami kegagalan, karena bertahan pada sistem lama, padahal zaman terus berubah. Belajar pada Senior. Belajar dari teman yang pernah mengalami kegagalan, karena mereka lebih tahu cara untuk mengatasi kegagalan. Input dari berbagai sumber, akan memudahkan diri dalam mencari kesempurnaan. Sabar. Kesabaran membuat orang menjadi lebih yakin terhadap perubahan. Karena perubahan merupakan proses yang membutuhkan waktu. Bisa lama, bisa singkat, tergantung beban persoalan dan kejeniusan seseorang dalam menyelesaikan permasalahan.

Sabtu, Februari 9

Kata Ibu,,,, POSITIVE THINKING nak...

Kata Ibu,,, tetaplah POSITIVE THINKING

1. Hidup itu mudah kawan,,,, tergantung bagaimana kita menyikapinya. #positivethinking
Allah swt telah menciptakan semua didunia ini dengan segala kemudahan. Sering kali orang gagal dalam hidupnya karena mereka sering sekali berpikir negatif. 
2. Kata Ibu, "Hilangkan negative thinking, karena akan membawamu dalam kebahagiaan". 
Selalulah dan tetaplah Positive Thinking. #positivethinking


 Semua hal akan menjadi rumit dan tak menemukan solusinya ketika kita berpikiran negatif. Pikiran-pikiran negatif, kata-kata negatif yang kita keluarkan dan juga kita dengar secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir kita, yang membuat hati kita menjadi negatif. Oleh karena itu, di dalam Islam kita dilarang untuk berprasangka buruk. 
3. Prasangka buruk itu adalah doa. Allah swt mengikuti prasangka hambaNya. #positivethinking

            Memang tak mudah untuk selalu berpikiran positif, karena kanan kiri kita selalu ada makhluk yang membisiki kita, kadang ke jalan yang benar kadang berlawanan arus kebaikan. 
4. Berpikiran negatif jelas akan membuat hati kita menjadi kotor, menjadikan diri ini orang yang pesimis dalam hidup.#positivethinking

Coba bayangkan dan rasakan, serta nikmatilah.
5. Ketika hidup kita selalu berpikiran positif, pasti tidak akan ada gelisah dan khawatir dengan hal-hal yang negatif. #positivethinking
 Allah lah yang mengatur segala halnya dalam diri kita. Allah swt tidak akan menganiaya hambaNya sedikitpun.

6. Ayo,,, budayakan untuk selalu Berpikiran POSITIF dalam menjalani kehidupan dunia ini. Hilangkan pikiran negatif yang kadang muncul tiba-tiba. #positivethinking
7. Bagaimana caranya????? #positivethinking
a. selalu berpikiran positif kepada Allah swt dengan terus menggali Al Quran #positivethinking
b. selalu berpikiran dan berprasangka baik kepada sesama manusia  #positivethinking
c. jangan pernah memikirkan sesuatu negatif yang belum terjadi #positivethinking
d. selalu mengeluarkan kata-kata yang positif ketika berbicara #positivethinking
e. hindari perkataan yang negatif #positivethinking
f. mencoba untuk berpikir selalu POSITIF sehingga menghasilkan perkataan, pemikiran dan perbuatan yang Positif #positivethinking
 
Berpikirlah yang POSITIF, karena itu adalh sesuatu yang INDAH , #positivethinking
yang menjadikan hidup TENTRAM
No more negative.... #positivethinking