Kamis, April 7

hai MUjahid Dakwah....... bangkitlah.....


LURUSKAN NIATMU, RAPATKAN SHAFMU DAN BERSERULAH "ALLAHU AKBAR"
"Dan hendaklah ADA DI ANTARA KAMU SEGOLONGAN UMAT  YANG MENYERU KEPADA KEBAJIKAN, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung".
(QS. Ali Imran 3 : 104)


"Kamu adalah UMAT YANG TERBAIK yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah"
(QS. Ali Imran 3 : 110)


"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati padahal KAMULAH ORANG YANG PALING TINGGI (DERAJATNYA), jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS. Ali Imran 3 : 139)


TIDAK ADA YANG SIA-SIA WAHAI SYABABAL MUSLIM DALAM MEMBELA ISLAM
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya"
(QS. Al-Zalzalah 99 : 7)
IQRA' ... !!!|| MANAJEMEN DAKWAH ||
Tuntunan Berdakwah Bagi Para Mujahid Dakwah

Jumat, Maret 11

etos for indonesia 2011

What's Up Etos For Indonesia..?

      "ETOS FOR INDONESIA" merupakan sebuah kegiatan yang mencerminkan spirit untuk memberikan yang terbaik dan mengajak berbagai pihak yang peduli bagi bangsa ini. Fakta bahwa Human Development Index (HDI) Indonesia tahun 2010 menempati ranking 108 dari 169 negara (www data.menkokesra.go.id,2010) sudah cukup memprihatinkan.  Peringkat yang jauh di bawah Negara tetangga di Asia Tenggara terutama Singapura (ranking:  27),  Brunei (ranking:  37),  Malaysia (ranking:  57),  Thailand (ranking:  92),  Filipina (ranking:  97); walupun memang sedikit optimis karena  di atas :  Vietnam (ranking:  113),  Laos PDR (ranking:  122),  Cambodia (ranking:  124),  Myanmar (ranking:  132).  
     Pendidikan yang dikatakan sebagai hak setiap warga Negara sebagaimana UUD 1945 pasal 31 sepertinya belum dijangkau semua masyarakat. Semangat pemerintah dalam pendidikan dengan menganggarkan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN. Namun demikian, perlu kiranya dukung dari berbagai pihak untuk mewujudkannya pendidikan yang bermutu, berdaya saing global, dan terjangkau masyarakat. 
    Fakta menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun masih saja ada yang mengeluhkan tingginya biaya pendidikan terutama jenjang pendidikan tinggi. Hal yang memprihatinkan adalah ketika masyarakat enggan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi memilih untuk bekerja tetapi tanpa keahlian. Dampaknya yang terjadi makin banyak pengangguran karena mereka tidak bisa menciptakan kerja sendiri.       Rendahnya tingkat pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan nampaknya saling terkait. Masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, tidak bisa melanjutkan, dan semakin menambah pengangguran. Kualitas komunal SDM Indonesia akhirnya rendah.     
       Beastudi Etos Dompet Dhuafa Republika salah satu lembaga yang mendedikasikan diri untuk berperan dalam peningkatan mutu SDM melalui beasiswa kuliah dan serangkain programnya. Bantuan beasiswa bagi para mahasiswa dari kalangan keluarga yang tidak mampu secara finansial namun memiliki prestasi yang baik. Selama pemberian beasiswa, mereka dibina secara potensi spiritual, akademis, sosial, dan manajerial, sukses.   
       Kali ini ETOS FOR INDONESIA digelar dengan serangkaian acara Panel Discussion (diskusi menghadirkan para praktisi untuk menyoroti perihal beasiswa dan pengemabangan diri), Presentation Challenge (mengajak para pelajar peduli akan pengembangan masyarakat dengan mereka mempelajari lalu dipresentasikan), Etos Corps Circle (menyemangati para pelajar dan mahasiswa melalui talk show menghadirkan para etoser yang telah berhasil), Etos Fire (training motivasi dengan menghadirkan praktisi pengembangan SDM), Poster Competition (peningkatan kepedulian dan persahabatan melalui poster), Free Consultation (konsultasi berbagai kiat sukses dengan mereka yang telah berhasil), expo beasiswa, dan expo perguruan tinggi.  
     ETOS FOR INDONESIA dengan ”Semua Bisa Kuliah, Bisa Dapat Beasiswa! Berbagi Bersama untuk Bangsa” diharapkan mampu memberikan sumbangan nyata walaupun sederhana bagi kemajuan bangsa. ETOS FOR INDONESIA terbuka kerjasama dengan berbagai pihak yang terus berdedikasi untuk negeri ini. ETOS FOR INDONESIA menargetkan 1000 peserta yang akan menghadiri dari 35 kota dan kabupaten se- Jawa Tengah. Tidak menutup kemungkinan untuk daerah lain untuk berpartisipasi dalam acara ini. 
MAKSUD DAN TUJUAN 
  • 1.      Memberikan gambaran perihal perkuliahan di PTN bagi para pelajar SMA/sederajat. 
  • 2.  Memotivasi para pelajar SMA/sederajat untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi 
  • 3.      Membangkitkan motivasi para pelajar SMA/sederajat untuk dapat meraih masa depan yang lebih baik dan siap menghadapi seleksi masuk PTN. 
  • 4.      Membuka wawasan para pelajar SMA/sederajat mengenai informasi seputar Ujian Masuk (UM) UNDIP, UGM, Seleksi Masuk UI, Ujian Saringan Masuk (USM) ITB, dan ujian atau seleksi masuk PTN-PTN favorit lainnya. 
  • 5.      Mengenalkan program Beastudi Etos khususnya dan program beasiswa pendidikan lain pada umumnya sebagai penunjang kegiatan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri. 
  • 6.      Mengajak berbagai pihak untuk bekerjasama dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.  
                    SASARAN KEGIATAN
  • 1. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajad se-Jawa Tengah 
  • 2. Para mahasiswa perguruan tinggi se-Jawa Tengah 
  • 3. Para guru dan orangtua pelajar kelas X-XII SMA/sederajad se-Jawa Tengah 
  • 4. Masyarakat Umum.                      

Rabu, Februari 16

ketenangan hidup.......

Ilmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini.

“… dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqaan:2)
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar:49)

Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada hikmah di balik semua penciptaan ini.Namun, keyakinan akan semua hikmah ini, bukan berarti kita akan mengetahuinya. Karena keterbatasan ilmu manusia, bisa saja hikmah-hikmah itu masih tersembunyi, tidak terungkap oleh pandangan manusia yang terbatas ini.

“… mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. ” (QS. An Nisaa’:19)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah:216)

Dan, saya yakin bahwa keterbatasan ini pun memberikan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tidak semuanya harus ada jawaban, yang perlu kita yakini adalah semuanya demi kebaikan kita. Dalilnya sudah jelas dan sudah kita hafal bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kadang kita berusaha keras, namun hasil seolah tidak kunjung datang. Saya kata seolah sebab itu hanyalah pandangan kita yang terbatas.  Strategi, taktik, dan rencana matang tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi, Allah telah menyiapkan yang lain yang pastinya akan lebih baik dari itu.
“… Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.” (QS Ath Thalaaq:1)
“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At Takwir:29)

Jika saya berikhtiar itu semata-mata karena memenuhi perintah Allah. Manusia hanya berusaha, sedangkan Allah yang menentukan akibat dan hasilnya. Dan saya merasa yakin bahwa akibat dan hasil yang dipilihkan Allah bagi saya adalah yang terbaik bagi saya.

Jika demikian, mengapa kita harus takut dan khawatir dalam menjalani hidup? Bukankah semuanya untuk kebaikan kita sendiri. Pahit mungkin terasa pahit yang kita alami. Kita tidak menyukai. Kita membencinya. Padahal boleh jadi itu yang terbaik bagi kita.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Yang sering mengeluh dengan pemberian-Mu. Yang sering lupa bahwa Engkau memberikan yang terbaik.

Mudah-mudahan, mulai detik ini saya merasa tentram terhadap rahmat Allah, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan ilmu-Nya. Hidup yang lebih tenang karena “melihat” peran Allah dalam setiap peristiwa dan setiap urusan. Hidup yang tenang, karena hidup dalam lindungan dan pemeliharaan Allah.