Selasa, Februari 26

Berguru pada Kegagalan


Berguru pada Kegagalan
 
Salah satu rahasia kesuksesan adalah tidak takut pada kegagalan. Karena kegagalan adalah cermin untuk memperbaiki diri dan jembatan untuk menuju sukses. Kegagalan membuat manusia menjadi matang dan besar, sebab kegagalan akan menjadi bahan kajian dalam membenahi diri. Kegagalan tidak akan bermakna, bila dijadikan tumbal dalam menitai nasib. Inilah kesalahan yang sering dilakukan seseroang. Akibatnya mereka pesimis dan putus asa. Berserah diri, atau menyerahkan segalanya pada Yang Menentukan Nasib.

Bagi orang lemah, kekalahan atau kegagalan adalah racun yang mematikan. Bagi orang perkasa, kegagalan adalah tangga menuju kemenangan. Falsafah ini dipakai oleh Napoleon, "begitu aku mengalami kekalahan, maka aku akan mendapatkan cara meraih kemenangan." Ini membuat Napoleon menjadi orang besar, dicatat oleh sejarah dunia. Napoleon sering dijadikan bahan inspirasi dalam meraih harapan.

Falsafah ini juga ada di Asia, "habis gelap terbitlah terang. Dalam kebencian terdapat kesenangan, dalam keputusasaan terkandung banyak harapan." Ajaran ini menunjukkan bahwa, orang Asia mempunyai semangat maju seperti manusia Barat yang telah menyatakan diri sebagai manusia modern. Melakukan perubahan terhadap peradaban dunia. Terbukti, sebagai wakil Asia, kini Jepang, Korea Selatan dan Cina, sudah menjadi raja kecil dalam percaturan ekonomi dunia.

Selain belajar pada kegagalan, ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mencapai sukses, yaitu sabar dan konsisten. Orang Bering salah paham dalam mengartikan sabar dan konsisten. Akibatnya salah berperilaku, menjadi malas, pasif, pasrah pada takdir, dan mau hidup di bawah segala kezaliman. Perlu disadari, kesabaran, ketabahan dan konsisten adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan. Sedangkan malas dan pasif, adalah kunci kegagalan.

Keterlambatan sukses, bukan berarti gagal menggapai sukses. Dalam kasus ini, kita bisa belajar pada semut yang berada di atas batu, ingin naik ke tiang lampu di pinggir jalan. Walaupun kecil, tapi mempunyai semangat yang kuat. Menelusuri jalan panjang, naik turun, menahan licinnya tiang, dan jatuh. Tapi tetap bersemangat, untuk naik ke atas tiang lampu. Dan karena konsisten, sang semut sampai juga di atas tiang lampu.

Belajar Dari Kegagalan. Semua kejadian buruk dan baik mempunyai hikmah, begitu juga dengan kegagalan. Kegagalan akan bermakna seandainya kegagalan tersebut dijadikan panduan. Bercermin. Selain sebagai ilmu, kegagalan juga bisa menjadi cermin tempat berkaca dan mengevalusi diri atas tindakan yang telah dilakukan. Kesempurnaan itu hanya bisa ditata, jika manusia sering melakukan evaluasi. Mengubah Pola. Meninggalkan sistem kerja lama, menggantikan dengan membuat sistem baru. Sistem yang sesuai dengan perencanaan dan target. Tidak sedikit perusahaan mengalami kegagalan, karena bertahan pada sistem lama, padahal zaman terus berubah. Belajar pada Senior. Belajar dari teman yang pernah mengalami kegagalan, karena mereka lebih tahu cara untuk mengatasi kegagalan. Input dari berbagai sumber, akan memudahkan diri dalam mencari kesempurnaan. Sabar. Kesabaran membuat orang menjadi lebih yakin terhadap perubahan. Karena perubahan merupakan proses yang membutuhkan waktu. Bisa lama, bisa singkat, tergantung beban persoalan dan kejeniusan seseorang dalam menyelesaikan permasalahan.

Sabtu, Februari 9

Kata Ibu,,,, POSITIVE THINKING nak...

Kata Ibu,,, tetaplah POSITIVE THINKING

1. Hidup itu mudah kawan,,,, tergantung bagaimana kita menyikapinya. #positivethinking
Allah swt telah menciptakan semua didunia ini dengan segala kemudahan. Sering kali orang gagal dalam hidupnya karena mereka sering sekali berpikir negatif. 
2. Kata Ibu, "Hilangkan negative thinking, karena akan membawamu dalam kebahagiaan". 
Selalulah dan tetaplah Positive Thinking. #positivethinking


 Semua hal akan menjadi rumit dan tak menemukan solusinya ketika kita berpikiran negatif. Pikiran-pikiran negatif, kata-kata negatif yang kita keluarkan dan juga kita dengar secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir kita, yang membuat hati kita menjadi negatif. Oleh karena itu, di dalam Islam kita dilarang untuk berprasangka buruk. 
3. Prasangka buruk itu adalah doa. Allah swt mengikuti prasangka hambaNya. #positivethinking

            Memang tak mudah untuk selalu berpikiran positif, karena kanan kiri kita selalu ada makhluk yang membisiki kita, kadang ke jalan yang benar kadang berlawanan arus kebaikan. 
4. Berpikiran negatif jelas akan membuat hati kita menjadi kotor, menjadikan diri ini orang yang pesimis dalam hidup.#positivethinking

Coba bayangkan dan rasakan, serta nikmatilah.
5. Ketika hidup kita selalu berpikiran positif, pasti tidak akan ada gelisah dan khawatir dengan hal-hal yang negatif. #positivethinking
 Allah lah yang mengatur segala halnya dalam diri kita. Allah swt tidak akan menganiaya hambaNya sedikitpun.

6. Ayo,,, budayakan untuk selalu Berpikiran POSITIF dalam menjalani kehidupan dunia ini. Hilangkan pikiran negatif yang kadang muncul tiba-tiba. #positivethinking
7. Bagaimana caranya????? #positivethinking
a. selalu berpikiran positif kepada Allah swt dengan terus menggali Al Quran #positivethinking
b. selalu berpikiran dan berprasangka baik kepada sesama manusia  #positivethinking
c. jangan pernah memikirkan sesuatu negatif yang belum terjadi #positivethinking
d. selalu mengeluarkan kata-kata yang positif ketika berbicara #positivethinking
e. hindari perkataan yang negatif #positivethinking
f. mencoba untuk berpikir selalu POSITIF sehingga menghasilkan perkataan, pemikiran dan perbuatan yang Positif #positivethinking
 
Berpikirlah yang POSITIF, karena itu adalh sesuatu yang INDAH , #positivethinking
yang menjadikan hidup TENTRAM
No more negative.... #positivethinking

Selasa, Januari 29

Rencana Allah Begitu Luar Biasa

Rencana Allah Begitu Luar Biasa 

Kisah ini menjadi kisah yang begitu membekas dalam diri saya. Kisah yang hanyalah sebagai kisah biasa, tetapi bagi saya kisah ini memiliki sisi yang sangatlah berkesan.
Insan di dunia ini hanyalah berusaha, dan tentu semuanya akan kembalai kepada Allah. Manusia boleh dan selalu berusaha untuk merencanakan semuany dengan sangat baik dan jelas, tetapi semuanya akan kembali kepada sang Khalik. Allah-lah yang menentukan semuanya. Allah telah menetapkan segalanya di Lauful Madhfud. Walaupun manusia telah memiliki tujuan hidupnya ke depan dengan sangat baik, tetapi apabila Allah swt tidak menghendaki maka juga akan sia-sia. Rencana Allah itu lebih indah daripada rencana hambaNya.
Sebait kalimat tersebut yang sangat berkesan bagi saya. Kalimat tersebut selalu saya jadikan sebagai motivasi. Memang kalimat tersebut begitu familiar, tetapi ada kejadian yang membuat kalimat tersebut sangatlah berkesan bagi saya. Kejadian tersebut bermula saat saya benar-benar dihadapkan antara dua pilihan yang sangat berat untuk menentukan masa depanku.
Inilah kisahku. 
Suatu hari, tepatnya di bulan Februari, saya benar-benar dihadapkan pada suatu kondisi yang lemah. Ketika saat itu semangat membara, lingkungan sekitar sangatlah tidak mendukung saya. keadaan yang membuat hati seperti tertutup awan gelap, hitam kelam. Semuanya bermula saat saya ingat akan kata-kata yang terlontar dari guru SMA saya, “ Kalian, bersekolah di SMA ini jelas tujuan utamanya adalah perguruan tinggi, kalian dipersiapkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, salah bila kalian lulus SMA hanya untuk melamar pekerjaan”. Mungkin sebagian orang berfikir ini adalah hal yang biasa dan memang betul. Tetapi bagi saya, kata-kata itu sesuatu yang membuat saya harus memutar otak lebih. Kata-kata yang beliau ucapakan memang pedas, tetapi terkandung motivasi yang luar biasa. Saya jadi merasa tertantang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Memasuki bulan Maret, bulan yang menakutkan bagi kita siswa kelas XII. Pertempuran akan segera dimulai. Pertempuran Ujian nasional sudah didepan mata. Setelah banyaknya persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik mungkin untuk hasil yang terbaik. Mulai dari giatnya belajra, persipan mental dan meningkatkan ruhiyah, mendekatkan diri kepada sang Khalik. Tepat tanggal 12 Maret pertempuran itu dimulai.
Kehidupan kita seperti roda. Kehidupan ini seperti jalan yang berliku. Satu masalah terselesaikan muncul masalah yang lain. Masalah tersebut tidak sebagai sesuatu yang membebankan bagi insan yang beriman. Yakin bahwa yang telah diberikan Allah ini sesuai dengan kemampuan kita.
Ujian nasional telah berakhir, tetapi ujian kehidupan akan selalu mengiringi seorang insan. Setelah pengumuman ujian nasional saya dihadapkan akan dua pilihan yang sangat memberatkan. Dua pilihan yang benar-benar harus dipilih salah satunya untuk masa depanku. Mana yang terpilih akan menentukan masa depan. Sesuatu di dunia ini pastilah berpasangan dan selalu ada pilihannya, maka pilihlah sesuatu itu yang bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri. Keyakinan bahwa sesuatu yang dipilih itu semuanya pasti ada jalannya dan konsekuensinya. Dua pilihan yang sedang berkecamuk dalam pikiran saya adakah apakah saya akan melanjutkan ke perguruan tinggi ataukah saya akan berhenti disini, alias saya bekerja?
Sholat istikharah menjadi sarana untuk menentukan suatu pilihan dari banyak pilihan. Ketundukan hati dan kesungguhan doa mengiringi sholat istikharah. Akhirnya pilihan tersebut terjawab. Belum tahu apakah pilihan tersebut memang dari Allah atau siapa kurang tahu. Yakin bahwasanya semuanya berasal dari Allah swt.
Melalui perantara seorang teman, pilihan saya terjawab. Saya memutuskan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Salah satu saya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi adalah dengan mencari beasiswa. Beasiswa yang pernah saya ajukan adalah beasiswa di ITB. Kemudian memang karena bukan rezekinya Allah tidak menghendaki saya disana. Akhirnya saya mencoba untuk mencari beasiswa lagi. Beastudi Etos saya coba. Alhamdulillah lolos untuk administrasi dan berjalannya waktu tahapan-tahapan seleksi berjalan dengan lancar.
Pengumuman SNMPTN penentu terakhir beastudi Etos. Banyak yang lolos seleksi Etos tahap awal-awal tetapi banyak pula yang gagal di SNMPTN nya. Sujud syukur Alhamdulillah saya lolos SNMPTN, saya keterima di UNDIP, fakultas Peternakan. SNMPTN lolos dan alhamdulillah juga keterima Beastudi Etos. Tetapi dikala jalan itu sudah ada dan terbuka lebar, saya merasakan semangat dan motivasi orang-orang terdekat saya kurang mendukung saya.
Dikala kegundahan itu menyelimuti saya, saya merasakan bahwa pertolongan Allah lah yang terdahsyat. Sebelum berputus asa Allah memberiakan sesuatu yang terbaik. Saya memutuskan semuanya dengan pertimbangan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Saya selalu memegang prinsip Allah memutuskan ini, berarti Allah telah memiliki rencana terbaiknya untuk hambaNya.
Saya sangat meyakini akan pepatah “Insan di dunia ini hanyalah berusaha, dan Allah lah yang akan menentukan. Setiap dari apa yang kita jalani adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah, walaupun terasa pahit dan banyak onak nan duri. Tetapi dibalik semuanya itu Allah memberikan yang terbaik”.
Subhanallah kekuatan dan kebesaran Allah swt sangatlah dahsyat. Saat ini saya merasakan akan pilihan yang telah saya pilih. Beastudi Etos dan Peternakan memberi saya banyak pelajaran dan inspirasi. Disini saya belajar banyak hal, mulai dari memanejemen diri sendiri sampai ke masyarakat. Manusia hanyalah berusaha dan Allah lah yang merencanakan dan memutuskan.